• MARIONTOPSY

    MARIONTOPSY Akan Segera merilis Album Perdana Mereka bersama Label Asal Spanyol

  • VORTEX OF HATRED

    Band metal asal Jogja ini telah merilis Album Perdana Bertajuk "GALAT"

  • DEATH VOMIT

    Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Januari Tahun Depan via Brutal Mind

  • WAKE UP KIDS!

    "Titik Temu", Single Pemanasan Untuk WAKE UP KIDS!

  • HORUSH

    Bersama dengan label asal Bandung, yakni Horrible Creation, unit death metal asal kota Jogja, HORUSH merilis album perdana mereka yang bertajuk Armageddon

Selasa, 13 Januari 2026

"Subjugation Earth" dari BUNUHDIRI : Babak Baru Brutal Death Malaysia


Di tengah lanskap metal ekstrem Asia Tenggara yang terus berkembang, BUNUHDIRI berdiri sebagai salah satu entitas brutal death metal paling konsisten dari Malaysia. Sejak kemunculan awal mereka di skena bawah tanah, band ini dikenal lewat pendekatan musikal yang tanpa kompromi berat, agresif, dan berorientasi pada musik brutal death namun dipadu technical. Bertahun-tahun bergerak di jalur ekstrem, Bunuhdiri kini bersiap membuka babak baru lewat album penuh terbaru bertajuk Subjugation Earth.

Bunuhdiri lahir dari semangat underground yang kuat, berangkat dari skena lokal Malaysia yang keras dan penuh determinasi. Mereka membangun fondasi melalui rilisan-rilisan yang menekankan kebrutalan langsung, struktur riff padat, serta vokal ekstrem yang menjadi ciri khas brutal death metal. Tanpa strategi instan atau pendekatan populer, Bunuhdiri tumbuh secara organik, mengandalkan panggung ke panggung, jaringan komunitas, dan respons audiens yang semakin luas.

Perjalanan ini menempa identitas mereka sebagai band yang tidak hanya fokus pada membuat musik yang brutal saja, tetapi juga disiplin dalam menjaga karakter musikal sebagai identitas dari BUNUHDIRI. Setiap fase mereka lalui dengan fokus, sembari terus memperkuat posisi di dalam dan luar Malaysia.

Seiring waktu, Bunuhdiri mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam penulisan materi. Pengalaman tampil di berbagai panggung, termasuk rangkaian penampilan lintas wilayah dan internasional, memberi dampak besar terhadap cara mereka memandang komposisi dan dinamika lagu.

Interaksi dengan skena global tentu turut memperluas perspektif band ini, baik dari sisi produksi, performa, hingga konsep artistik. Semua pengalaman tersebut kemudian dirangkum sebagai bahan bakar kreatif untuk karya selanjutnya.

Album Subjugation Earth diposisikan sebagai karya penting dalam diskografi BUNUHDIRI. Album ini tidak sekadar menjadi lanjutan dari rilisan sebelumnya, tetapi juga sebuah pernyataan tentang kematangan band setelah bertahun-tahun bergerak di jalur ekstrem. Dari sisi musikal, album ini menjanjikan brutal death metal yang lebih terfokus, dengan tekanan groove yang dominan, struktur lagu yang solid, serta atmosfer dominasi yang terasa sejak awal hingga akhir.

Subjugation Earth juga mencerminkan visi band yang semakin matang tidak mengikuti tren, tidak melunak demi aksesibilitas, dan tetap setia pada esensi ekstrem metal yang mereka yakini sejak awal, perpaduan technical dan brutal death.

Album Subjugation Earth dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat melalui Brutal Mind, label yang dikenal menaungi rilisan-rilisan metal ekstrem . Detail lebih lanjut mengenai tanggal rilis, format, dan materi pendukung akan diumumkan secara bertahap oleh pihak band.

Dengan album ini, Bunuhdiri menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan brutal death metal dari Malaysia yang patut diperhitungkan. Subjugation Earth bukan hanya tentang kebrutalan, tetapi juga tentang perjalanan panjang, disiplin, dan keyakinan untuk tetap berdiri tegak di jalur ekstrem yang mereka pilih.

-ER









Jumat, 09 Januari 2026

Album "The Punishment of Hammergod" Akan Menjadi Rilisan Terbaru "ROTTENECTOMY" Tahun Ini.

 


Dari Tulungagung, Jawa Timur, sebuah wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten melahirkan unit-unit metal ekstrem berbahaya, ROTTENECTOMY datang untuk mengirimkan sinyal kebrutalan. Band slamming brutal death metal yang terbentuk pada 2020 ini menegaskan eksistensinya sebagai salah satu entitas brutal yang konsisten di skena bawah tanah Indonesia. Setelah memperkenalkan diri lewat EP Bestial Satisfaction (2023) di bawah bendera Maxima Music Pro, kini ROTTENECTOMY siap melangkah lebih jauh dengan album penuh kedua mereka: “The Punishment of Hammergod”, dirilis melalui label Sarawak, Malaysia, Dropdead Distro pada 2026 ini.

ROTTENECTOMY digerakkan oleh formasi solid:
WOL (drums), TONY (guitars), dan TEDDY (vocals). Nama-nama lama seperti Kevin (drums) dan Riyan (bass) memang telah meninggalkan barisan sejak 2023, namun kini, ROTTENECTOMY terdengar lebih fokus, matang, dan jauh lebih beringas.

The Punishment of Hammergod bukan sekadar kumpulan lagu slam dan blast tanpa arah. Album ini dibangun di atas narasi kiamat, sebuah gambaran dunia yang telah rusak total, ketika manusia kehilangan jati diri, moral runtuh, dan kehancuran dilakukan secara masif atas nama keserakahan. Dalam kondisi di mana keadilan manusia telah mati, maka menurut ROTTENECTOMY, keadilan langitlah yang harus turun tangan.

Tema ini diterjemahkan ke dalam 10 track yang padat, agresif, dan tanpa kompromi. Sejak intro “SLAMMASSACRE”, pendengar langsung diseret ke atmosfer penuh amarah. Groove slam yang berat, riff down-tuned yang primitif, serta vokal guttural yang kejam menjadi senjata utama ROTTENECTOMY dalam menyampaikan pesan penghukuman kosmik ini.

Salah satu titik paling menarik dari album ini adalah track “TAK SLAMMING NDASMU!!!”, sebuah pernyataan identitas yang keras, lugas, dan "nyeleneh". Menggunakan lirik berbahasa Jawa, lagu ini bukan hanya menjadi track ikonik ROTTENECTOMY, tetapi juga bukti bahwa kearifan lokal bisa hidup berdampingan dengan brutal death metal paling ekstrem. Sederhana, segar, mudah diterima, namun tetap menghantam tanpa ampun.

Di sisi lain, lagu-lagu seperti “THE DANCE MAGGOT”, “LEGION OF HEADHUNTER”, dan title track “THE PUNISHMENT OF HAMMERGOD” memperlihatkan sisi band yang lebih gelap dan serius, penuh nuansa kehancuran, dominasi riff slam, serta struktur lagu yang dirancang untuk menghancurkan panggung dan pit secara bersamaan.

Di album ini ROTTENECTOMY juga mengajak sejumlah nama penting di skena ekstrem untuk mempertebal teror dalam album ini.

  • Ardiansyah Atmosunaryo (DESERTER) hadir di “CRUSHED DICKHEAD MOTHERFUCKER”, membawa energi vokal yang liar dan penuh kebencian.

  • Jossi Bima (Invigorate, Dissanity, dll.) memperkuat “THE BUTCHER FROM HELL”, menjadikannya salah satu track paling buas di album ini.

  • Di sektor gitar, Dheny (MONOTEISME) tampil sebagai guest di “EXITEMENT IN HUMAN SPLATTERED”, menambahkan lapisan riff yang lebih tajam dan sadistik.

Secara visual, ROTTENECTOMY juga tidak main-main. Logo band digarap oleh Ifan Ramadhan, sementara artwork album dipercayakan kepada Andik Godfinger Art, yang berhasil menangkap esensi kiamat, murka, dan kekerasan ilahi dalam satu visual yang brutal dan mencolok.

The Punishment of Hammergod adalah pernyataan keras ROTTENECTOMY , bahwa slamming brutal death metal Indonesia masih hidup, lapar, dan siap menghancurkan batas. Dengan konsep matang, identitas lokal yang berani, serta kolaborasi strategis lintas skena, album ini berpotensi menjadi salah satu rilisan slam yang bisa diperhitungkan pada 2026.

Ketika dunia sudah terlalu rusak untuk diselamatkan, ROTTENECTOMY datang bukan sebagai penebus, melainkan sebagai algojo.









-ER



BOGOR BRUTAL FEST #4 - Hadirkan salah satu monster Slam asal Norwegia, "KRAANIUM"

 


Setelah 7 tahun lamanya, di tahun ini Bogor akan kembali menjadi magnet bagi para pecinta musik brutal death, dimana mereka akan mendatangkan salah satu monster slamming brutal death asal Norwegia, "KRAANIUM".

Gelaran "BOGOR BRUTAL FEST 4" yang diprakarsai oleh Underrated Records, Jampang Hellcrew dan Nonstop Berisik dapat menjadi ajang "halal bihalal" bagi para metalhead pecinta musik brutal death dimana akan diselenggarakan tepat seminggu setelah hari Raya Idul Fitri, yakni di hari Sabtu, 28 Maret 2026 di Lapangan Simpati Raya, Jampang Bogor.


Band-band pendukung lainya pun juga tidak kalah menggugah hasrat brutal para metalhead, dimana Kraanium akan didampingi Kaluman dan Murtad, serta band-band lain seperti 
Repton, Mariontopsy, Sensor Motorik, Analtopsy, Osmed, Visceral Cadaverment, Gore Animal, Failed Virgin, Jeritanbabi, EXpired Torture.


"BOGOR BRUTAL FEST 4"
🗓 Saturday, 28 March 2026
📍 Lap. Simpati Raya, Jampang - Bogor

KRAANIUM (Norway)
Asia Slam Tour 2026

Line-up of carnage:

KALUMAN (Bandung)
MURTAD (Bogor)
REPTON (Sukabumi)
SENSOR MOTORIK (Bekasi)
ANALTOPSY (Bali)
OSMED (Jakarta)
VISCERAL CADAVERMENT (Tangerang)
GORE ANIMAL (Ciledug)
MARIONTOPSY (Yogyakarta)
FAILED VIRGIN (Ciledug)
JERITANBABI (Jakarta)
EXPIRED TORTURE (Bogor)

This was the second time in nine years that Kraanium had annihilated Indonesia!
If you survived the past… prepare to be slammed and buried this time☠️🔥
Early bird tickets dropping soon on @artatixcoid 🛠️

Graphic & flyer design by P.




Selasa, 23 Desember 2025

Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Tahun Depan via Brutal Mind


Band death metal legendaris asal Yogyakarta, Death Vomit, dipastikan akan merilis album terbaru pada tahun depan melalui label Brutal Mind. Kabar ini menandai kelanjutan eksistensi mereka sebagai salah satu pionir death metal Indonesia yang masih aktif dan relevan hingga kini.

Album mendatang ini akan menjadi rilisan penuh terbaru Death Vomit setelah beberapa tahun terakhir tetap aktif di panggung ekstrem metal, baik di skena lokal maupun nasional. Meski tanggal rilis resmi belum diumumkan, album ini disebut akan tetap mempertahankan karakter death metal brutal dan agresif yang menjadi ciri khas mereka sejak awal berdiri.

Kerja sama dengan Brutal Mind juga menjadi langkah strategis, mengingat label tersebut dikenal konsisten mendukung rilisan musik ekstrem dengan pendekatan independen dan distribusi yang kuat di skena underground.

Rilis album baru ini sekaligus menjadi momen penting bagi penggemar lama maupun generasi baru penikmat death metal Indonesia untuk kembali menyambut kebrutalan dari Death Vomit.





Mariontopsy Siap Merilis Album Penuh "O LUNA VILE" , Manifesto Slamming Brutal Death Metal dari Yogyakarta

 

Yogyakarta kembali melahirkan entitas brutal dari kancah musik ekstrem. Mariontopsy, unit slamming brutal death metal yang terbentuk pada tahun 2023, mengumumkan rencana perilisan album penuh perdana mereka bertajuk O LUNA VILE yang dijadwalkan meluncur pada awal tahun 2026 dalam format digital dan CD.

Digawangi oleh Evgheniy “Riry” (gitar), Aldi Bimantoro (vokal), Jonas Keenan (drum), dan Bias Subrata (bass), Mariontopsy hadir dengan pendekatan musikal yang brutal dengan tempo berat, slam dominan, groove masif, serta atmosfer yang menekan. Pengaruh band-band seperti Organectomy, Extermination Dismemberment, Abominable Putridity, dan Visceral Disgorge terasa jelas, namun diramu menjadi identitas yang berdiri sendiri.

Konsep Mariontopsy sendiri terasa berbeda dari kebanyakan band slamming pada umumnya, karena mereka memilih mengangkat cerita fiksi karya dari Riry. ya, O LUNA VILE berangkat dari sebuah novel fiksi yang menjadi fondasi utama album ini. Di dalamnya, hadir karakter bernama Luna, sosok simbolik yang menjadi medium narasi dan representasi dari Mariontopsy. Meski tetap mencoba sedikit beririsan dengan tema gore, namun porsinya jauh lebih sedikit dan lebih mengutamakan alur cerita dan penekanan tentang perjalanan Luna, mulai dari latar Luna sebagai anak seorang ilmuwan, tentang kasih sayang, dendam, bahkan percintaan seorang remaja. Karakter ini ditulis dan dikembangkan langsung oleh sang gitaris, Riry, sebagai benang merah keseluruhan album.

“Luna bukan sekedar nama atau tulisan yang selesai setelah dibaca, tapi orang akan mengingatnya” ungkap Mariontopsy dalam pernyataannya. “O LUNA VILE adalah sebuah cerita yang diterjemahkan ke dalam slam, distorsi, dan dentuman yang bisa kami hasilkan dalam sebuah karya.”

Secara musikal, album ini menjanjikan struktur lagu yang padat dan menghantam, dengan penekanan pada groove berat dan dinamika slam yang konstan. Vokal rendah dan agresif berpadu dengan riff gitar yang tebal serta permainan drum yang brutal, menciptakan lanskap suara yang intens dan claustrophobic, sebuah ciri khas slamming brutal death metal modern.

Dengan O LUNA VILE, yang akan dirilis oleh label asal Spayol, Pathologically Explicit Recordings,  Mariontopsy menegaskan posisi mereka sebagai salah satu unit baru yang patut diperhitungkan di skena death metal Indonesia, khususnya dari Yogyakarta. Album ini tidak hanya menjadi penanda eksistensi, tetapi juga pernyataan arah musikal dan konseptual mereka ke depan.

“Album ini adalah langkah awal kami untuk membangun dunia Mariontopsy secara utuh,” lanjut mereka. “Ke depan, kami ingin terus mengembangkan semesta Luna dan membawanya lebih jauh, baik secara musikal maupun visual.”

Menjelang perilisan awal 2026, Mariontopsy berencana membagikan materi pendukung dan informasi lanjutan terkait O LUNA VILE. Bagi penikmat musik ekstrem, album ini layak masuk dalam daftar rilisan yang patut ditunggu.

Senin, 22 Desember 2025

Trio pemuda selatan Gunungkidul, Wakeupkids! rilis “Titik Temu” jelang debut EP tahun depan.

 



Unit Pop Punk asal Gunungkidul, Wakeupkids! , merilis single “Titik Temu” sebagai salam pembuka menuju debut EP  bertajuk “Cycle of Affection” yang akan diluncurkan tahun depan.

Band dari padukuhan yang terletak di pesisir selatan Gunungkidul bernama Walikangin yang identik dengan kehidupan pedesaan mencoba relevan dengan masyarakat urban dengan cara memainkan musik modern pop punk. Dalam kesehariannya, mereka tidak meninggalkan budaya tradisional yang melekat begitu saja, karena para personil Wakeupkids! juga menjadi pengiring musik kesenian Jathilan di kampung mereka.

Kisah tentang seorang pemuda desa yang sebenarnya sudah putus asa dalam dunia percintaan karena seringnya mengalami kegagalan. Tetapi, pada akhirnya dapat menemukan dambaan hati yang selama ini dicarinya. Dikemas dengan ciamik melalui single “Titik Temu” yang akan dirilis di seluruh DSP pada  Sabtu, 20 Desember 2025. Hal ini sebagai langkah berani Wakeupkids! untuk menembus industri musik dengan keterbatasan akses yang mereka alami selama ini.

“Band ini dibentuk bukan hanya untuk mengejar ketenaran atau sekadar hobi, tetapi untuk menciptakan ruang di mana setiap emosi, dari sedih hingga bahagia, bisa diterjemahkan menjadi musik yang membuat pendengar merasa ‘ada yang ngerti’. Kami ingin suara kami menjadi jembatan antara kesepian dan kebersamaan, antara kegemparan hidup dan momen sunyi.”  Tegas Afilan Bagti selaku gitaris dan vokalis. 

Melalui lagu ini, Wakeupkids! ingin mendekatkan diri dengan para pendengar, serta dapat menemani momen-momen yang dialami pendengar mereka.

“Jadi, lagu ini seperti rajutan kesedihan dan kebahagiaan di tengah hiruk pikuk kehidupan remaja, sekaligus pengingat bahwa kita bisa saling mendukung lewat irama dan lirik. Intinya, tujuan kami adalah bikin musik yang tidak cuma didengar, tapi juga dirasa dan bisa menyatukan orang-orang dari desa maupun kota, dengan latar belakang yang berbeda melalui nada dan ritme yang kami bawakan.” Lanjutnya.


Dengan dirilisnya lagu ini, Wakeupkids! seakan ingin mengatakan
bahwa tidak ada batasan dalam berkarya, faktor geografis bukan penghalang bagi kreativitas manusia.



Minggu, 30 November 2025

"Koloni Dogmatis", Jadi Single terbaru Unit Death Metal Asal Jember, "FRAG OUT"



 


Fragout Unit death metal asal jember Jawa Timur, merilis single berjudul " koloni dogmatis ".


Band ini terbentuk dari 2020 beranggotakan Rendi Gitar, Abi Bass, Fahmi Drum, Robby Vocal , single " koloni dogmatis " Bercerita tentang bentuk kritik terhadap aparat yang mudah dikendalikan oleh penguasa, dan bertindak seenaknya dengan warga sipil dan tidak sedikit menimbulkan konflik disana.

Harapan kami fragout adalah " Semoga dengan adanya single ini kita bisa memberi warna baru dan meramaikan dengan musik kita di dunia death metal Indonesia terutama di kota kita sendiri yaitu jember. Dan ini adalah bentuk awal dari kami karena masih ada beberapa lagu yang belum kami rilis dan Semoga akan dirilis di tahun 2026 mendatang "

Proses lagu digarap oleh Gangsar_Recording dan mixing mastering digarap langsung oleh Jandiek Firmanda dari Gangsar_Recording